Pages

Tuesday, May 31, 2011

Rezeki yang diberkati

Dari Anas r.a., katanya:

Abu Thalhah berkata kepada Ummu Sulaim
"Saya mendengar suara Rasulullah s.a.w. itu lemah sekali dan saya mengetahui bahwa beliau
adalah dalam keadaan lapar. Maka dari itu, apakah engkau tidak mempunyai sesuatu untuk
dimakan?"
Ummu Sulaim lalu mengeluarkan beberapa bulatan dari gandum, kemudian ia mengambil kerudungnya, kemudian ia meilipatkan roti dengan sebagian kerudung tadi, lalu memasukkannya di bawah bajuku dan mengembalikannya padaku dengan sebagian lagi -
maksudnya bahwa Ummu Sulaim itu melipat roti dengan sebagian kerudung dan dengan
sebagiannya lagi dilipatkan untuk Anas. Seterusnya Ummu Sulaim menyuruh saya (Anas)
untuk menemui Rasulullah s.a.w., lalu saya pergi dan saya menemui Rasulullah s.a.w.
sedang duduk di dalam masjid disertai oleh orang-orang banyak. Seterusnya lalu saya berdiri
di muka orang-orang itu, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda
"Adakah engkau diutus oleh Abu Thalhah."
Saya menjawab
"Ya."
Beliau bersabda lagi
"Apakah untuk sesuatu makanan?"
Saya menjawab
"Ya."
Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda kepada sahabat-sahabatnya yang ada di masjid
"Berdirilah engkau semua dan berangkatlah."
Saya juga berangkat mengikuti mereka itu, sehingga datanglah saya kepada Abu Thalhah, lalu saya memberitahukan padanya - bahwa Nabi s.a.w. mengajak orang banyak. Abu Thalhah berkata
"Hai Ummu Sulaim. Rasulullah s.a.w. telah datang dengan orang-orang banyak, sedangkan kita tidak mempunyai sesuatu untuk memberi makanan kepada mereka semuanya itu."
Isterinya berkata
"Allah dan RasulNya adalah lebih mengetahui itu."
Abu Thalhah lalu berangkat sehingga bertemu dengan Rasulullah s.a.w., kemudian berhadapanlah Rasulullah s.a.w. dengannya sehingga keduanya itu masuk rumah. Selanjutnya Rasulullah bersabda
"Bawa saya kemari apa yang engkau punyai, hai Ummu Sulaim."
Wanita itu datang dengan roti tersebut di atas, lalu Rasulullah s.a.w. menyuruh supaya dipotong-potongkan dan Ummu Sulaim memeraskan di atas roti itu suatu tempat berisi samin,
maka itulah yang merupakan lauknya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda sekehendak yang beliau sabdakan, selanjutnya lalu bersabda pula
"Izinkanlah masuk sepuluh orang." Orang sepuluh itu diizinkan masuk lalu mereka semuanya makan sehingga kenyang, lalu keluarlah setelah itu. Seterusnya beliau bersabda lagi
"Izinkanlah masuk sepuluh orang lagi."
Orang sepuluh itu diizinkan lalu mereka makan sehingga kenyang kemudian keluarlah mereka itu pula. Beliau s.a.w. bersabda lagi
"Izinkanlah masuk sepuluh orang lagi."
Demikianlah sehingga seluruh kaum - yakni yang menyertai Nabi s.a.w. dari masjid - dapat makan sehingga kenyang semuanya, sedangkan jumlah kaum itu ada tujuh puluh atau delapan puluh orang." (Muttafaq 'alaih)

SubhanAllah, betapa berkatnya rezeki yang Allah kurniakan. walaupon sedikit tetapi dapat mengenyangkan semua hadirin yang lapar.

Tuesday, May 24, 2011

Kisah seorang murobbi dengan mutarobbinya

Suatu hari, seorang murobbi mengajak mutarobbinya untuk mengulangkaji tafsir surah Al-Ma’un.
Berkatalah seorang mutarobbinya dengan penuh hormat dan sopan
“Wahai guruku, bukankah ini sudah kali ke-4 kita mengulangkaji tafsir surah Al-Ma’un?”
Lalu murobbinya menjawab dengan penuh kasih sayang
“Ya, benar anak muridku. Ini merupakan kali ke-4 kita mengulangkaji surah ini”
Anak muridnya bertanya lagi
“Jikalau begitu guruku, bukankah sudah tiba masanya untuk kita berganjak untuk belajar tafsir surah seterusnya. Surah ini juga telah pon selesai kami hafal”
Lalu gurunya menjawab
“Wahai muridku.. didalam surah Al-Ma’un, Allah menyuruh kita membantu orang miskin dan anak yatim. Lalu berapa ramaikah anak yatim dan orang miskin yang telah kita bantu?”
Mutarobbi itu terdiam dan tersenyum malu..Lalu murobbinya menyambung..
“Wahai anak muridku sekalian.. tujuan kita belajar ayat suci ini bukanlah untuk dihafal dan dipelajari semata. Malah ianya memerlukan amal dari kita.. apalah gunanya ilmu yang tinggi didada tapi tidak dipraktikkan, apalah gunanya mendengar nasihat tetapi tidak mula beramal?”
Jawab murobbi itu dengan penuh kasih sayang.
mutarobbinya terdiam..

Monday, May 23, 2011

Jangan..

Jangan hanya letih berfikir dan runsing itu dan ini tanpa ada usaha
Jangan hanya tau meminta nasihat tapi masih tidak mula beramal
Jangan hanya tau mengkritik tanpa ada usaha menambah baikkan
Jangan hanya tau menggunakan nikmat tanpa ketahui tujuan Allah memberikan nikmat itu
Jangan hanya berfikir bagaimana mahu menarik hati makhluk tanpa diri sendiri terdahulu menjaga hubungan dengan Penciptanya
Jangan tertipu dengan bisikan yang melemahkan

Sedarlah wahai diri yang alpa..
Mari mula berusaha
Mari mula beramal
Mari menambah baikkan
Mari gunakan nikmat dengan sebetulnya
Jagalah hubungan dengan Allah s.w.t
Berhati-hatilah dengan musuh2 Allah s.w.t yang sentiasa mencari-cari kelemahan kita

Jalan ini tidak mudah, tetapi ganjarannya tidak ternilai..

Thursday, May 19, 2011

Sang Tidur dan Sang Sedar



Mereka berbeza diantara satu sama lain

Sang tidur dan Sang sedar



Hidup didunia..

Terlalu singkat untuk disia-siakan

Terlalu hina untuk dibangga-banggakan

Terlalu awal untuk diraikan nikmatnya


Ya Allah..

Mereka yang sedar sedang bangkit menegakkan kalimahmu

Sedang mereka yang tidur pula masih hanyut dibuat mimpi dan angan berterusan



Bangunlah Sang tidur..

Sedarlah wahai hamba yang hina

Hamba yang masih mencampur adukkan nafsu dan ibadah





Nikmat yang diberi olehNya bertujuan

Adakah kau begitu yakin roh masih dijasad pada esok hari?

Tenangkah hatimu mencari selain dari Allah dikala futurmu?

Sudah cukup berpuashatikah dengan usaha kau selama ini?




Jangan kalah pada bisikan..