Suatu hari, seorang murobbi mengajak mutarobbinya untuk mengulangkaji tafsir surah Al-Ma’un.
Berkatalah seorang mutarobbinya dengan penuh hormat dan sopan
“Wahai guruku, bukankah ini sudah kali ke-4 kita mengulangkaji tafsir surah Al-Ma’un?”
Lalu murobbinya menjawab dengan penuh kasih sayang
“Ya, benar anak muridku. Ini merupakan kali ke-4 kita mengulangkaji surah ini”
Anak muridnya bertanya lagi
“Jikalau begitu guruku, bukankah sudah tiba masanya untuk kita berganjak untuk belajar tafsir surah seterusnya. Surah ini juga telah pon selesai kami hafal”
Lalu gurunya menjawab
“Wahai muridku.. didalam surah Al-Ma’un, Allah menyuruh kita membantu orang miskin dan anak yatim. Lalu berapa ramaikah anak yatim dan orang miskin yang telah kita bantu?”
Mutarobbi itu terdiam dan tersenyum malu..Lalu murobbinya menyambung..
“Wahai anak muridku sekalian.. tujuan kita belajar ayat suci ini bukanlah untuk dihafal dan dipelajari semata. Malah ianya memerlukan amal dari kita.. apalah gunanya ilmu yang tinggi didada tapi tidak dipraktikkan, apalah gunanya mendengar nasihat tetapi tidak mula beramal?”
Jawab murobbi itu dengan penuh kasih sayang.
mutarobbinya terdiam..
Dialog 'Sang Pencerah' kan ni?
ReplyDeletesuka drama ni..
memang amat2 terkesan dengan mesej2 yang ingin disampaikan...
teringat kisah Umar al-Khattab yang tidak akan mengalihkan bacaannya kepada ayat seterusnya selagi dia tidak menghafal dan mengamalkan apa yang tercatat pada ayat itu..
SubhanALLAH..Masya-ALLAH...
saya jgak terdiam,,
ReplyDelete