Hachum~…. Alhamdulillah… tiba-tiba kedengaran suara seorang sahabat membalasnya.. "Yarhamkillah"
Sesetengah orang memang sentiasa bersin, terutamanya yang berpenyakit resdung (Sinusitis). Kadang2 merasakan sangat rimas terutama bila bersin di tempat public atau didalam kelas. Sepertinya mengganggu pelajar lain untuk focus.
Tetapi..subhanaAllah..jika kita tahu ilmu tentang bersin itu didalam islam.. terbit rasa bersyukur setiap kali kita bersin :)
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu mencintai bersin dan benci kepada menguap. Maka apabila seseorang di antara engkau semua bersin dan ia memuji kepada Allah Ta'ala - yakni mengucapkan Alhamdulillah - maka menjadi hak atas setiap orang Muslim yang mendengarnya supaya ia mengucapkan padanya: Yarhamukallah, yakni: "Semoga engkau diberi kerahmatan oleh Allah. Adapun menguap, maka hanyasanya menguap itu dari syaitan*. Maka apabila seseorang di antara engkau semua menguap, hendaklah menolaknya sekuat mungkin, sebab sesungguhnya seseorang di antara engkau semua itu apabila menguap maka ketawalah syaitan daripadanya itu." (Riwayat Bukhari)
Rasulullah s.a.w juga bersabda bahawa jika seseorang bersin, menjadi haknya untuk kita mendoakannya dengan doa seperti yang disarankan beliau
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Haknya seorang Muslim terhadap orang Muslim yang lain itu ada lima perkara yaitu menjawab salam, meninjau yang sakit, mengikuti jenazahnya, mengabulkan undangannya dan bertasymit kepada yang bersin - yakni kalau seseorang bersin dan mengucapkan Alhamdulillah, maka yang mendengar hendaklah mentasymitkan - mendoakan - dengan mengucapkan: Yarhamukalhh, artinya: Semoga Allah merahmatimu, kemudian yang bersin itu menjawab: Yahdikumullah wa yushtihu balakum, artinya: Semoga Allah memberi petunjuk padamu dan memperbaiki hatimu." (Muttafaq 'alaih)
Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Apabila seseorang di antara engkau semua itu bersin, maka hendaklah mengucapkan: "Alhamdulillah"dan hendaklah saudaranya atau kawannya yang mendengarkan itu laiu mengucapkan:Yarhamukallah Selanjutnya apabila saudara atau kawannya tadi sudah mengucapkan: Yarhamukallah, maka hendaklah orang yang bersin tadi mengucapkan: Yahdikumullah wayush-lihu balakum, artinya: Semoga Allah memberikan petunjuk pada anda dan pula membaguskan hati anda.
(Riwayat Bukhari)
Ucapan selepas bersin itu merupakan pujian kepada Allah
Dari Anas r.a., katanya: "Ada dua orang yang sedang berada disisi Nabi s.a.w., lalu beliau s.a.w. mentasymitkan pada yang seorang di antara keduanya itu - waktu ia bersin, tetapi tidak mentasymitkan kepada yang lainnya. Lalu berkatalah orang yang tidak ditasymitkan oleh beliau itu: "Si Fulan ini bersin lalu anda mentasymitkan ia, sedang sayapun bersin, tetapi anda tidak mentasymitkan saya. Apakah sebabnya?" Beliau s.a.w. menjawab: "Orang ini setelah bersin mengucapkan Alhamdulillah, sedang engkau tidak mengucapkan Alhamdulillah." (Muttafaq 'alaih)
Bagaimana pula cara Rasulullah s.a.w ketika bersin?
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bersin, lalu meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya dan memperlahankan - atau tidak memperdengarkan - suaranya karena bersinnya rtu." Orang yang meriwayatkan Hadis ini ragu-ragu - apakah dengan kata-kata khafadha atau ghadhdha, tetapi artinya sama yaitu memperlahankan atau tidak memperdengarkan yakni menutupi suaranya. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
Bagaimana pula sekiranya yang bersin itu bukan orang islam?
Dari Abu Musa r.a., katanya: "Orang-orang Yahudi sama-sama bersin di sisi Rasulullah s.a.w. dan mereka mengharapkan hendaknya beliau s.a.w. mengucapkan: Yarhamukumullah, tetapi beliau s.a.w. mengucapkan: Yahdikumullah wayushlihu balakum." Jadi bukan didoakan supaya dirahmati oleh Allah, tetapi didoakan semoga diberi petunjuk dulu oleh Allah dan diperbaguskan hatinya, sehingga suka menganut agama Islam, sebab pada waktu itu mereka belum memeluk agama Islam,sekalipun mengetahui kebenarannya Muhammad s.a.w. sebagai utusan Tuhan.
Semoga ilmu ini bermanfaat kepada pembaca dan membuatkan kita rasa bersyukur setiap kali bersin :)
Rujukan hadis dari Kitab riyadus solihin
No comments:
Post a Comment