Pages

Saturday, October 15, 2011

Ayah membiarkan saya menghabiskan bacaan buku komik

Menangani kesalahan yang dilakukan anak adalah seni yang harus dimiliki ibu bapa. Seni ini harus dipelajari dan ditekuni agar kesalahan yang terjadi boleh berubah menjadi sesuatu yang positif yang memberi manfaat kepada keluarga, bukan menjadi kekuatan negetif yang menghancurkannya.

Ada sejumlah kesalahan yang terjadi dirumah, apabila salah ditangani, akan menimbulkan kesalahan yang lebih besar daripada sebelumnya. Ini boleh terjadi ketika ibu bapa terlalu membesar-besarkan kesalahan yang tidak perlu. Ibu bapa bertindak balas ke atas kesalahan kecil dengan sangat keras dan kasar, lalu membentuk rasa tertekan dalam jiwa dan fikiran anak-anak.

Dialog dengan suasana tenang serta ungkapan yang dalam mampu mengembangkan akal anak dan memperluas pengetahuannya, adalah satu seni berinteraksi dengan kesalahan anak. Dengan cara ini anak disentuh melalui pembicaraan dan diskusi yang baik daripada seorang anak, akan terdorong untuk menyingkap banyak perkara yang sebelum ini dia tidak tahu. Ia akan terdorong untuk menghadapi pelbagai peristiwa yang dilaluinya dari hari ke hari dengan cara yang baik.

Maka, perbuatan melatih anak untuk berdiskusi dan berdialog adalah salah satu cara ibubapa yang perlu diperhatikan. Dahulu Rasulullah s.a.w berdialog dengan tenang kepada seorang pemuda yang meminta izin untuk berzina. Setelah diajak berdialog, pemuda itu menjadi orang yang paling benci zina.

Salah satu kebiasaan Hasan al-Banna adalah berdialog dengan tenang untuk memperbaiki kekeliruan yang dilakukan anak-anaknya. Saiful Islam (anak kepada Hasan Al-Banna) mengatakan, "Setelah beberapa tahun, saya tahu bahawa ayah begitu memperhatikan perilaku saya dengan teliti. Tapi pemerhatian itu tidak saya ketahui kecuali ketika saya sudah meningkat dewasa. Ketika saya memperhatikan sikap-sikap ayah, baru saya ingat semasa kecil saya pernah membeli buku cerita james. Dalam buku itu ada beberapa kisah percintaan. Suatu ketika, ayah pulang lewat malam dan melihat saya masih belum tidur dan saya pada ketika itu sedang asyik membaca buku komik. Tapi ketika itu, ayah meninggalkan saya begitu sahaja. Keesokan harinya, ketika saya selesai membaca keseluruhan buku itu, ayah ajak saya berbicara. Ayah mengatakan 'Ayah akan memberikan kepada kamu sesuatu yang lebih bagus daripada itu.' Lantas ayah memberikan kepada saya beberapa buah buku.

Antaranya buku cerita mengenai pemimpin seperti kisah Antarah bin Syadad, Saif bin Dzi Yazin serta sejumlah kisah tokoh Islam yang lainnya. Ayah juga memberikan kepada saya buku sirah Umar bin Abdul Aziz r.a, juga beberapa buku lain yang bermanfaat. Saya merasakan pada ketika itu, bahawa ternyata ayah begitu memperhatikan perilaku saya, memerhatikan apa yang saya baca, serta merencanakan kepada saya dengan sangat jelas, meski pon dia sibuk dengan aktiviti dakwahnya yang sangat padat.

petikan dari buku Cinta di Rumah Hasan al-Banna

sebagai seorang da'ie, kita boleh mengambil pengajaran dari kisah diatas utk mendidik mad'u :)

No comments:

Post a Comment