PERTAMA : BERBICARA YANG BAIK-BAIK SAHAJA
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau (jika tidak demikian) hendaklah diam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sebuah pembicaraan dikatakan baik apabila isinya :
- Bermanfaat.
- Mengandungi kebajikan.
- Membuat pendengarnya senang hati.Tidak menyakiti hati orang lain.
Pembicaraan yang baik mempunyai beberapa ciri :
1. Penggunaan kata-kata yang benar atau sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku (qaulan sadida) sebagaimana ayat berikut :
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khuatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
(QS An-Nisaa’ : 9)
2. Penggunaan kata-kata yang tepat sasaran, komunikatif, atau mudah difahami (qaulan baligha) sebagaimana ayat berikut :
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”
(QS An Nisaa’ : 63)
3. Penggunaan kata-kata yang santun, lemah-lembut, atau tidak kasar (qaulan karima) sebagaimana ayat berikut :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al Isra’ : 23)
4. Pembicaraan yang baik juga mesti mengandungi kejujuran atau kebenaran (shidqi).
No comments:
Post a Comment